Dan Aku Berjalan Tanpa Kaki..

"Hidup adalah sebuah pilihan" rasanya kurang cocok disama-ratakan untuk semua umat manusia di bumi. Manusia yang hidup di bumi berasal dari kelahiran oleh manusia yang dibuat oleh manusia dan begitu polanya sejak setelah manusia pertama, Adam dan Hawa. 

Menurut kepercayaan agama yang diajarkan, mereka (Adam, Hawa) merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan Yang Maha Esa/Kuasa pada mulanya. Pertanyaannya.. apakah benar ada yang 100% sempurna? Jika diperhatikan dari yang terlihat (fisik) dengan yang tidak terlihat (jiwa/mental)-nya, bagaimanakah manusia yang dilahirkan memiliki kesempurnaan mutlak?

[ silahkan memutar lagu dibawah ini sambil menyimak lirik yang dinyanyikan ]
Setelah begitu lama
Tersisa air mata
Banyaknya kenangan yang tak akan terlupakan
Masa-masa yang indah
Masa-masa kita bersama
Perasaan mendalam yang takkan pernah reda
Ku, Maafkan aku tak pernah mendengar
Maafkan aku tak pernah melihatmu, Pergi
Ku ingin kau di sini
Tegar, ku kan mencoba melewatinya
Lepas, lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin
Ku terus berlari tanpa kaki
Waktu terus berjalan
Tapi tak henti ku berharap
Melihat senyumanmu walau sedetik saja
Ku, Maafkan aku tak pernah mendengar
Maafkan aku tak pernah melihatmu
Pergi, Ku ingin kau di sini
Tegar, ku kan mencoba melewatinya
Lepas, lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin ku terus berlari tanpa kaki
Erat ku kan bertahan janjiku
Tekat ada untukmu sampai selamanya
Tapi tanpa dirimu tak mungkin ku terus berlari tanpa kaki
Oh semakin ku coba tuk lupakan
Semakin terbayang kedua matamu
Ku tau kau tak mungkin kembali
Ku ingin kau di sini
___________________

Tidak pernah sekalipun terbayang di hidup saya tentang perasaan akan kehilangan seseorang hingga saat itu tiba. Bagi mereka yang datang memberi kehadiran dengan tujuan menguatkan dan turut berduka cita, ternyata sama sekali tidak sepenuhnya sampai di hati saya. Maaf. Saya tetap menghargai apapun bentuk kasih yang sudah diberikan, namun sesungguhnya memang benar, tidak ada yang memahami seutuhnya. Tidak ada yang tahu juga hint apa yang akan dihadapi selanjutnya.

Sama dengan hal yang sedang saya pikirkan di atas tadi.. Tentang hidup adalah sebuah pilihan, kini saya dihadapkan dengan berbagai pilihan besar untuk melangkah dan melanjutkan hidup ke lembaran baru. Menurut kamu, apakah saya mampu menghadapi semuanya? Tentu tidak. Sebagian besar jawabannya adalah T-I-D-A-K.

Saya menyadari satu hal konkrit yang kita semua pun akan setuju. Kita sama-sama berjalan tanpa kaki di dunia yang keji ini, di dunia yang tidak akan pernah berhenti menggerogoti iman pun motivasi untuk bertahan hingga menang dalam peperangan kita masing-masing. Tapi manusia punya cara untuk terus berlari mencapai titik tujuan. Mungkin disinilah kesempurnaan ciptaan-Nya yang disebut-sebut kita adalah makhluk berakal budi, punya insting agar dapat bertahan hidup. Setuju, kan?

SOS Album Cover by SZA

Jika kamu memperhatikan gambar di atas, seorang perempuan sedang duduk diujung sebuah bilah/papan, di tengah laut tanpa ujung, seperti itulah yang saya rasakan setelah ditinggalkannya. Tampak yang serupa dimana saya melihat segalanya di dunia ini sudah berbeda. Bahkan harapan hidup sering kali hilang asa. Karena memang tidak sekalipun harapan saya untuk lekas sembuh. Masih sulit sekali untuk bertemu dengan kata "legowo". 
Inward I go when there's no one around me | Ke dalam aku pergi ketika tidak ada orang di sekitarku
And memories drown me, the further I go | Dan kenangan menenggelamkanku, semakin jauh aku melangkah
And ain't nobody talking 'bout the damage | Dan tidak ada seorang pun yang membicarakan kerusakannya
Pretending like it's all okay | Berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja
I tried to erase | Saya mencoba untuk menghapus
I live to escape | Saya hidup untuk melarikan diri
_________________________________

Terimakasih sudah menjadi kuat dan tegar selama ini, wahai kami yang ditinggalkan.
Terimakasih sudah bertahan dengan sekuat tenaga sebelumnya, wahai kamu yang telah pergi.
Biarlah menjadi doa dan harapan bagi siapapun yang merasakan sunyi dan sepi disini,
   karena kehadiranmu sangat berarti di bumi.
Namun hari esok tetaplah hari esok.
Hari ini mungkin aku kembali berduka,
   mengenangmu dengan segala rasa, wahai papa.
Kau percayakan juga segalanya untukku sebelumnya,
   kelak ku bawakan sukacita yang kau rindukan di atas sana.
Tolong tunggu sebentar, wahai keluarga cemara..
Kelak suatu hari nanti akan tiba, sukacita kembali menyertai kita semua.
-

Comments

Popular Posts