Thalassophobia Di Tahun Baru
*"Phhreeeettt..!!"* (suara terompet di akhir tahun 2023 bulan Desember, pukul 23:59 berbunyi sampai pukul 00:01 tanggal 1 Januari 2024).

Semua orang saling memeluk satu dan yang lainnya sambil menepuk pundak dan punggung sekeliling, mengucapkan "SELAMAT TAHUN BARU!!" sangat antusias.
Ya.. Selamat menempuh tahun 2024 semuanya. Saya ucapkan untuk kamu yang sedang membaca tulisan ini.. (Hai! Lama tidak berjumpa ya. Terimakasih sudah mampir lagi~). Semoga kamu juga sehat selalu, semakin waras dan bahagia dalam hidupmu, apalagi menambah resolusi baru yang sebenarnya tahun lalu juga belum ada yang di ceklis...๐
Saya tidak pernah merasa terpenuhi energinya untuk kembali menulis dalam beberapa tahun kebelakang. Jika kamu penasaran.. Begitulah kabar pribadi yang bisa saya spill, hingga sampai pada momen dimana kepala terasa penuh, tidak ada ruang yang totalitas dapat menampung berisiknya isi pikiran ini.
_________________________________
Novo Amor - Anchor
you may want to click to play the song as background music while reading.
2023 adalah tahun yang sepertinya akan saya benci seumur hidup saya. Bahkan untuk 2024 sekarang, saya ingin lari sejauh mungkin meninggalkan dunia yang tidak ada habisnya menyiksa manusia dan masa depan yang buram. Bayangkan saja saat kamu tenggelam ke lautan bebas tanpa pelampung, ditarik oleh arus gelombang ke bawah namun tanpa dasar. Ketika mata terbuka melihat ke seluruh arah tapi tak berujung.. Apakah kamu yakin bisa selamat pada saat itu?
![]() |
| Gambar dari penjelasan Thalassophobia. |
Seumur hidup saya tidak pernah takut akan banyak hal. Beberapa kerabat dekat juga sering mengatakan bahwa saya adalah sosok yang mampu bersikap netral, ambisi, dan menjadi independent woman selayaknya perempuan yang memiliki tujuan jelas dalam berkarir. Namun semua itu runtuh ketika kepergian seseorang yang mutlak tidak akan pernah kembali ke bumi, mengubah seluruh pandangan hidup saya, dan memberhentikan segala sesuatunya yang pernah ingin saya cari di dunia ini.. pada akhirnya tidak akan kekal, bahkan untuk keberhasilan diri sendiri.
Saya sering mendengar tentang patah hati paling menyakitkan adalah berduka yang ditinggalkan selamanya dari bumi ke langit-langit tak kasat mata.
Jangankan kamu, diri saya sendiri pun sudah berjuang mengingatkan bahwa "Life Goes On", sesuai dengan lagunya BTS di tahun 2020. Dalam lirik lagunya dibagian Pre-Chorus V, Jung Kook terdapat kalimat:
๋์ด ๋ณด์ด์ง ์์ | There’s no end in sight
์ถ๊ตฌ๊ฐ ์๊ธด ํ ๊น | Is there a way out?
๋ฐ์ด ๋ผ์ง์ง ์์ ์์ oh | My feet refuse to move oh
![]() |
| Life Goes On - BTS (MV watch) |
Serupa tapi tak sama, Thalassophobia dan apa yang mereka lalui ketika situasinya memisahkan mereka (BTS) dengan fansnya (ARMY) di masa pandemi, ketujuh member grup berhasil bangkit melanjutkan hidupnya dan mampu melakukan berbagai aktivitas promosi hingga virtual concerts bersama label musiknya (Big Hit Entertainment) sampai menjadi nominasi Grammy Awards 2021.
Unfortunately, that's not my case and we live in different universe.
_________________________________
Saya harap kamu menikmati awal tahun yang lebih baik dibanding sebelumnya. Sungguh sangat clichรฉ tapi tetap akan saya sampaikan. Jika hidupmu tidak se-menyedihkan itu, walaupun setiap harinya selalu menghela napas dan membenci hal-hal yang kamu hadapi saat ini.. Percayalah bahwa kamu sudah berjuang dengan segala sesuatu yang kamu miliki. Kalau kamu benar-benar mencintai hidupmu, maka teruslah mengejar, berburu, bergegas dengan amunisi dan bekal yang selama ini disiapkan. Menyerahlah ketika kamu merasa tidak dihargai dan lekas pergi. Berhentilah disaat orang sekitar melihatmu berbeda dari apa yang kamu lihat tentang dirimu. Kita yang tahu seperti apa diri kita. Just leave them.
Semoga tidak ada diantara kamu yang sedang merasakan Thalassophobia.
Karena kita juga yang harus berusaha untuk menyelamatkan diri sendiri.
_________________________________




Comments
Post a Comment